Uncategorized

Menemukan Kebaikan

“Kebaikan yang kita berikan kepada orang lain hari ini, sesungguhnya adalah kebaikan yang kita tanam untuk diri sendiri pada masa datang”

Diluar sana, sementara gelap dan rintik hujan, mata saya seperti biasa sulit dipejamkan. Saya masih menyibukkan diri memikirkan kata demi kata yang tepat untuk dirangkai menjadi sebuah kalimat bahkan mungkin paragraf. Saya bukanlah tipikal manusia yang dapat dengan mudah menuliskan bahagia dalam kata. Tetapi untuk kali ini, biarlah saya ungkapkan agar seluruhnya tahu bahwa bahagia itu sungguh sangat mudah ditemukan salah satunya adalah dengan mencari kebaikan.

Masamba, adalah salah satu kota kesekian yang akan saya kunjungi. Antusias? tentu saja. Perjalanan yang memakan waktu 9 sampai 10 jam dari kota Makassar sungguh sangat tidak terasa, sebab perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa namun perjalanan luar biasa. Tuhan mengizinkan saya untuk mengejar satu atau bahkan lebih banyak kebaikan sampai di Masamba.

Sobat Lemina, salah satu dari sekian kerumunan positif yang saya temukan di Makassar. Saya lupa, entah sudah berapa tahun saya bergabung bersama sekumpulan orang-orang positif ini. Ketika saya harus memilih meninggalkan Makassar entah untuk melanjutkan sekolah ataupun kerja, selalu ada rindu untuk pulang dan bercerita bersama sekumpulan orang yang selalu punya waktu memikirkan masa depan anak-anak Indonesia.

Seperti kali ini Sobat Lemina mengadakan kegiatan “Aku Sayang Badanku” kegiatan edukasi pencegahan seksual terhadap anak ini dilaksanakan di salah satu sekolah di Masamba yakni SDN 087 Katokoan Masamba, kegiatan yang terlaksana atas kerjasama Pemerintah Kab. Luwu Utara dan Lemina ini dilaksanakan selama dua hari.

Untuk kali pertama, akhirnya saya diberikan kesempatan mengikuti kegiatan ASB, setelah mengikuti ASB banyak hal yang membuat saya menyadari betapa kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak sangat dekat dengan lingkungan saya. Dari kegiatan ini, seolah Tuhan menyadarkan dan membangunkan saya, apa yang sudah saya lakukan selama ini? seoalah membiarkan hal-hal yang salah tetap terjadi tanpa saya berbuat apa-apa. Semisal, ketika anak-anak dilingkungan saya bermain, kemudian menyentuh area-area pribadi lawan jenisnya baik sengaja atau pun tidak, apa yang saya lakukan? Hanya diam dan membiarkan. Atau ketika, saya hanya mampu menghela napas yang panjang saat mengetahui ada anak yang sudah terbiasa melihat gambar-gambar tak pantas untuk seusianya, mengutuk dalam hati orang tua anak tersebut adalah satu-satunya hal yang saya lakukan, padahal saya sendiri menyadari bahwa yang saya lakukan tidak mengubah apapun untuk si anak ataupun orang tuanya.

Melalui “Aku Sayang Badanku”, teman-teman Lemina membuat saya menemukan banyak kebaikan dan pembelajaran. Menemukan lebih banyak lagi makna kehidupan dan alasan mengapa selalu ada orang-orang baik disekeliling kita. Pada masa datang, keberanian saya akan diuji untuk mengaplikasikan pembelajaran yang telah saya dapatkan saat mengikuti kegiatan “Aku Sayang Badanku”.

*Ditulis oleh relawan Sobat LemINA, Kak Wiwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *