Uncategorized

Metode Pengajaran Baru pada Program ASB Masamba 2017

Spesial – itulah kata yang mewakilkan program ASB (Aku Sayang Badanku) di Masamba, Kab. Luwu Utara.  Disebut spesial karena untuk pertama kalinya LemINA menerapkan metode pengajaran baru  dalam menyampaikan materi edukasi pencegahan kekerasan seksual pada  anak-anak SDN 087 Katokkoan tepatnya pada tanggal 25-26 Januari 2017.

Menurut Nurfaisyah Salam, selaku koordinator ASB menuturkan bahwa perubahan ini bertujuan untuk memperdayakan SDM para relawan LemINA sekaligus menarik perhatian anak-anak terutama dalam peroses belajar mengajar. Ada pun metode baru yang diterapkan kepada sekitar 386 siswa laki-laki dan 256 siswa perempuan yang berasal dari kelas 1- 6 SD adalah sebagai berikut:

Sobat lemINA sebagai Fasilitator

Biasanya yang bertindak sebagai fasilitator ASB berasal dari para psikolog anak. Namun khusus ASB Masamba, para relawan atau yang akrab disapa Sobat LemINA diiberikan kesempatan membawakan materi ASB. Tentunya setelah mereka dibekali cukup ilmu dalam bentuk coaching ASB yang dilatih langsung oleh pakar pskilog anak yang sebagian besar berasal dari fasilitator awal.

Kesempatan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan mengembangkan  skill  Sobat LemINA sebagai fasilitator ASB. Bukankah dengan banyak pengalaman akan membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih berkualitas?

Menggunakan Media Dongeng

Melalui dongeng pelajaran akan mudah diserap oleh anak-anak karena dibawakan dengan  suasana santai dan menyenangkan sehingga mereka dapat belajar dengan lebih baik dan sungguh-sungguh. Penambahan alat bantu seperti boneka, wayang, puppets dan berbagai aksesoris panggung lainnya menjadi daya tarik tersendiri baik untuk menjalin kedekatan dengan anak maupun menghindari kebosanan dalam belajar. Manfaat inilah yang menjadi nilai plus mengapa lemINA  menjadikan metode dongeng  diterapkan pada  program ASB.

Kalau sebelumnya di coaching ASB menitiberatkan pada penguasaaan materi namun pada coaching dongeng menitiberatkan pada tekhnik penguasaan panggung. Bapak James Frederich Kurniajaya yang merupakan anggota komunitas Kelompok Kerja Pustakawan Kreatif (KKP) Sulawesi Selatan adalah salah satu yang mengajarkan Sobat LemINA tekhnik mendongeng yang baik. “Belajar sambil bermain” adalah konsep yang ditonjolkan pada poin ini.

kedua metode pengajaran baru di atas menjadi bukti  bahwa LemINA berkomitmen untuk selalu  berinovasi pada perbaikan materi pengajaran yang aktif dan kreatif, membuka ruang bagi para relawan untuk mengeksplore kemampuan diri serta turut membantu penyediaan sarana dan prasarana belajar anak demi mendukung pemerintah dalam menekan angka kekerasan seksual pada anak-anak khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

_Nurfitriana Majid_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *